10 April '09
Bulan merangkak naik dalam kegelapan malam yg mulai mengabut oleh dingin...kurasakan dadaku mulai sesak oleh dingin dan posisi menulis yg sangat tidak dianjurkan (aku memang terbiasa menulis di lantai dengan posisi tubuh menelungkup). Berdiri sejenak, menemukan bahwa malam ternyata sudah semakin larut mendekati pagi. Tapi toh kesemuanya itu tak cukup membuaiku dalam lelapnya tidur. Aku masih terjaga...entahlah...yang kusadari hanya..... detak jantungku semakin lekat. Sempat juga tertanya dalam hati, "kamu yang ulang tahun kok aku yang nervous ya?hehe..". Aku tersenyum sendiri.
Waktu sudah menunjukkan pukul 01.43, ketika rasa haus merayapi tenggorokan keringku. Membuka kunci pintu sepelan mungkin, berharap tak menimbulkan suara yg memberi tanda pada orang rumah bahwa aku belum tidur selarut itu. Kutemukan papa tertidur, televisi masih menyala. Ku ambil sarung merah muda dalam kamar dan ku tangkupkan pada tubuh ayah yg menua..Yaa Allah...jagalah beliau dalam tidurnya, Amin.... menuju lemari es demi meraih sebotol air dingin, menuangkan, dan mereguknya. Alhamdulillah...betapa sejuknya, walau menyisakan sedikit nyeri di dadaku. Kembali ke kamar untuk melanjutkan pekerjaan besarku.
Sebelumnya... aku mengirim pesan lagi pada mas agni, dan ternyata dia belum juga terlelap. Kuungkapkan betapa aku tak bisa tidur malam ini, dan dia hanya menjawab "begitulah ketika seseorang jatuh cinta"...aku tertawa membaca smsnya dan menanyai hatiku.."benarkah kau t'lah jatuh pada'nya'??"............
Lupakan sementara soal itu... saatnya merapikan kamar yg seperti kapal pecah ini. Kurapikan semuanya hingga yg tersisa hanya "the stuff" yang hampir selesai. Belum juga aku mengantuk walaupun tenaga sudah melemah dan bermandikan keringat dalam ruangan kecil yg gerah ini. Menginjak menit ke 35 dari jam 3 pagi, kamar beres. Jadi kuputuskan mandi sambil menunggu adzan shubuh...
(04.28).....
Seusai shalat shubuh, mataku tertancap pada benda - benda itu...
Kuraih kotak persegi panjang berukuran sedang bermotif hati, meletakkan dompet dengan "catatan" yg kubuat malam tadi terselip di dalamnya..(semoga bermanfaat untukmu, tulisku..)tersisa sedikit ruang, ku isi dengan gulungan sapu tangan abu - abu yg terbungkus "catatan" selanjutnya...(walau tangan lusuh ini tak mampu menyeka peluhmu, semoga sapu tangan ini boleh menggantikannya, harapku..). Dan di atas keduanya, kuletakkan selembar handuk kecil berwarna biru cerah, yg tertutup "catatan"ku yg mungkin akan jadi catatan teraneh yg pernah kamu baca..kuhias dengan bintang - bintang kecil dari kertas berwarna yg ku cicil sejak kemarin. Menutup kotaknya, ku ikat dengan pita, menyimpannya di dalam tas....dan sekali lagi berharap....kamu akan menyukainya... Amin...
(07.15)......
Aku t'lah siap di depan kampus, menunggu mas agni. Kami memang berjanji bertemu disini setengah 8 tepat. Pak edi, penjaga kampus menemaniku menunggu tapi sejenak kemudian pergi bersama seorang temannya. Setengah 8 tepat...tapi mas agni belum juga terlihat, aku masih menunggu dengan sekotak black forest di genggamanku. 15 menit berlalu....aku risau....apakah Allah belum mengijinkanku merayakan ulang tahunmu hari ini?..tanyaku terus dalam hati..
aku mencari warung telepon terdekat untuk menghubungi mas agni karena pulsaku habis. Ternyata motornya mogok sehingga aku masih harus menunggu beberapa menit lagi. Tak apa.....demi hari ini....
Beberapa menit menunggu akhirnya mas agni datang bersama vespa kesayangannya. Alhamdulillah....
Sepanjang perjalanan aku terus membicarakan tentangmu dengannya, dia begitu mengerti bagaimana bersemangatnya sekaligus berdebarnya aku hari ini. Dia mencandaiku agar aku tak terlalu memikirkan reaksimu nanti, and it works!
Hampir jam 9 pagi aku sampai di halaman rumahmu, mas agni memintaku bersembunyi di samping rumah... belum 5 menit...aku melihatmu datang dengan sekarung padi yg kamu angkut dengan motor bebekmu. Sial....aku ketahuan!!
sesegera mungkin kusembunyikan bungkusan plastik besar berisi black forest itu di depan pintu rumah dekat dengan rerimbunan tanaman hias milikmu. Aku berharap kamu belum sempat melihatnya ketika memergokiku tadi. Aku dan mas agni masuk ke dalam rumah, kucoba sekuat tenaga bersikap sewajarnya tapi ternyata mas agni (dan mungkin kamu) justru menilaiku salah tingkah...am I??!@?#
Baiklah....cerita berlanjut ketika aku mulai bingung mencari cara mengambil bungkusan itu dari tempatnya karena takut semut akan merusak semuanya. Mungkin aku harus lebih santai, saran mas agni, ketika kamu masuk ke kamarmu untuk mengambil gitar yg dimintanya. Aku merasa seperti orang aneh yg berlebihan. 3 kali aku memindahkan kue ulang tahun ini agar tak terlihat olehmu, hingga pada akhirnya dengan setengah memaksa,kuminta kamu masuk lagi ke kamar mengambil laptopmu (alasan agar aku punya banyak waktu menyiapkan lilin dan kuenya agar jadi kejutan saat kau kembali).
Ok, done!! dan kamu kembali tepat setelah aku menyalakan lilin dengan angka 21 di atas black forest, it's on the table. Mas agni lagi - lagi hanya tertawa melihat keribetanku. Sebenarnya ingin menunggu sahabatmu yg lain datang, ternyata mereka masih harus menempuh perjalanan yg cukup jauh sehingga tak bisa sampai tepat waktu. Kamu meniup lilinnya dan tersenyum, Subhanallah.....betapa bahagianya melihat garis riang di bibirmu itu. Alhamdulillah....syukurku yg tak terhitung, sekali lagi....
Beberapa menit tepat setelah kamu mengiris kuenya, mas limin dan mas dadang datang, dan kita makan bersama. Senang sekali rasanya...berada disana di hari spesialmu...bersama teman - teman dekatmu yg tak henti membuatku tertawa. But the most important thing is....your smiling face....^_^
Sayang sekali aku harus berhenti menikmatinya karena aku harus bekerja lagi. Huff...kenapa cepat sekali waktu berjalan....sesalku....
Aku pamit....namun masih juga gundah di halaman rumahmu, kado yg kusiapkan semalam belum kuberikan...tapi aku malu memberikannya terang - terangan di depan mereka...mas limin, mas dadang, mas agni...apa yg mereka pikirkan nanti?? Sudahlah....kurasa masih bisa kuberikan besok..
Mas agni mengantarku sampai di depan studio, sebelum masuk ke dalam aku mengeluh padanya. Aku menyesal tak memberikan kotak itu padamu tadi....kekecewaan yg kubuat sendiri...='(
Tapi sekali lagi mas agni memberiku harapan. Sore ini teman sekelas kalian akan menikah, beberapa teman akan berkumpul di kampus dan berangkat bersama ke resepsi itu. Dan akan ada kamu....
Hatikupun membuncah riang, kuucapkan terima kasih padanya dan dia pergi....
Aku mengudara dengan penuh semangat, ingin segera selesai agar aku bisa kembali ke kampus dan bertemu denganmu....songs are pass me by....dan semuanya lagu tentang cinta...tapi ada yg paling membuatku bersemangat, pesan singkat darimu siang itu, sesudah sholat jum'at...yg juga membuatku malu setengah gila,hehe...=">
(12.45) " Ass, gi dimn?? Peh td mkcih very muuaachh yow, surprise bgt he....
Tgl+bulan'e bener tp thun'e slah he....^_^"
hahaha.....tak apalah.....aku hanya bisa memberimu kejutan ini sesuai apa yg aku tau, dan itupun sangat terbatas..=P.
15 minutes later....
Aku melangkah di bawah terik matahari yg memanggang ubun - ubun. Tapi panasnya tak terlalu berarti bagiku karena terkalahkan oleh semangat menemuimu, untuk kado yg belum tersampaikan...Tadinya aku akan menitipkannya pada mas agni untuk diberikan padamu, lalu kupikir bukan saatnya mengandalkan orang lain untuk sesuatu yg bisa dilakukan sendiri. Jadi walaupun siang itu aku harus menunggu hampir 3 jam (karena kamu baru sampai di kampus sekitar pukul 16.30), tak ada keluh kesah. Aku menunggumu dengan sejuta rasa...senang karena surprise pertamaku berhasil, berdebar untuk menghadapimu saat memberi kotak dalam tasku ini nantinya, dan sedih menerima kenyataan bahwa saat ini, aku "hanya" adik bagimu....tapi tak apa...toh seseorang tidak mencintai hanya jika cintanya terbalas...
Kau datang dengan AG 3452 VX milikmu, helm teropong dengan kombinasi warna hitam putih, senada warna sarung tangan berangka 46, lengkap bersama jaket hitam yg kamu pinjamkan padaku 3 hari lalu. Aku tersenyum melihatmu datang, hatiku masih dipenuhi semi bunga di terik siang. Menunggu teman yg lain datang, kita berbincang...dan seperti yg sudah sudah, tak pernah bisa kusembunyikan dengan baik salah tingkahku darimu, entah kamu merasa atau tidak...
Kuberikan kotak kado ini di dalam jok motormu, memaksamu untuk tak melihatnya dulu....Happy Birthday once again my funny boy...menatapmu menjauh dari tempatku berdiri....17.28....dan berharap sekali lagi..semoga kamu menyukainya....Amin....
Kamis, 19 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


(12.45) " Ass, gi dimn?? Peh td mkcih very muuaachh yow, surprise bgt he.... Tgl+bulan'e bener tp thun'e slah he....^_^"
BalasHapusAss mean?? :p