Kamis, 19 November 2009

PART 6 (kok gini??)

9 April '09

Aku masih mengingatnya dengan jelas, betapa syukur dan bahagiaku tertuju pada hari kemarin...tepat sehari kemarin...
Terasa seperti... Allah memberiku kesempatan, kesempatan yg begitu berharga untukku, kesempatan mengetahui hari ulang tahunmu sebelum terlewatkan. Alhamdulillah...
Tapi sampai pagi ini, baru bintang - bintang kecil yg kubuat dari kertas (untuk hiasan) yg sibuk kubuat. Aku bahkan belum tau kado apa yg akan dihias dengan bintang - bintang ini...Aku belum tau apa kesukaanmu.. aku tak tau apa yg kamu butuhkan... yg aku tau hanya... memutar otak, menemukan sesuatu yg bisa kuberikan padamu, yg mungkin kamu akan menyukainya. Ingatanku terlempar pada beberapa hari lalu, ketika sama - sama di kantor jurusan kamu disibukkan dengan pesanan kartu nama oleh 3 dosen kita, Bu Lina, Bu Khoir, dan Bu Diani. Kamu membuka dompetmu, banyak kantong di dalamnya dengan fungsi masing - masing.
Aku terhenyak seketika! tiba - tiba aku tau apa yang harus kuberikan!! semoga tak salah... dan semoga kamu suka, pikirku. Thanks Yaa Allah...You're the Best!!@#$! ^_^
Bergegas membereskan "the stuff" dalam kamar sempitku yg nyaman. Ya..aku memang tak jujur pada orang rumah...aku tak pernah bilang jika aku sedang menyukai seorang kakak tingkat di kampusku...seseorang yg baru ku kenal tanpa tau banyak tentangnya. Bahkan ketika aku membawa pulang sekotak black forest yg baru kubeli untuk kusimpan di lemari pendingin rumah, aku hanya bilang pada mama, "untuk teman sekelas,ma.." (maaf ya pa..,ma....ncis bohong..T_T). Aku mungkin salah, tapi apa boleh buat, aku sudah menghubungi mas agni untuk ikut merayakan ulang tahunmu bersama sahabat - sahabatmu yang lain.. Dia pun setuju dan menunggu kabar selanjutnya dariku. Syukurku yang kesekian...ketika aku menyadari kamu memiliki sahabat - sahabat yg begitu mendukung dan mengerti.
Sore ini, sepulang dari kampus pukul 19.30, I ran my motorcycle quickly, mencapai salah satu pusat perbelanjaan di kota kecil yg damai ini. Aku hanya punya waktu kurang lebih 75 menit untuk mencari barang untuk jadi kado ulang tahunmu. Aku memang sampai pada counter barang dengan cepat, tapi untuk memilih yg sesuai dan mungkin kamu akan menyukainya, ternyata jauh lebih sulit dari yang kubayangkan. Ku acak satu demi satu... kutemukan 2 pilihan! dan semakin bingung juga aku memilih antara keduanya.. melirik sejenak arloji hitam di pergelangan kiriku..Oops..30 menit lagi jam 9! Lama sekali aku menghabiskan waktu di satu tempat ini saja!! Aku pejamkan mataku sejenak, mencoba membentuk garis wajahmu di dalamnya...menarik nafas dalam...(pramuniaga itu pasti menganggap aku gila, hehe..), dan ketika aku membuka mata..kumantapkan hati untuk mengambil barang di tangan kananku..hmm..kutemukan juga,..sebuah dompet berukuran sedang dengan jahitan benang merah membentuk garis - garis tertentu, dan yg paling penting..banyak kantong di dalamnya..(mungkin saja bermanfaat, pikirku). Pramuniaga itu menyerahkan nota dan memintaku mengambil dompetnya di kasir. I did....
Masih 20 menit lagi tersisa...setengah berlari aku menuju counter yg lain di pusat perbelanjaan yg sama... tanpa berlama - lama lagi, ku raih sebuah gulungan sapu tangan abu - abu gelap bergaris dan selembar handuk kecil berwarna biru, ke kasir..dan bergegas ke counter yg lain lagi untuk menemukan kotak tempat barang - barang ini nantinya. Dapat!! lengkap dengan pita penalinya.
Senyum girang mengiringi langkahku menuju tempat parkir... beberapa lampu sudah dimatikan karena memang sudah jam 9 malam kurang 2 menit, aku beruntung karena tak ada yg akan melihat tampang lusuhku yg hitam berkeringat, tak terbayangkan juga kalau kamu melihatnya,hehe... Allah membantuku...membuat semua ini lancar dan tepat pada waktunya..Alhamdulillah...Syukurku yang kesekian....^_^


(21.24).....@home....

setelah memasukkan motor di garasi, aku melangkah cepat ke kamar. Menemukan papa yg masih betah dengan acara debat politik kesukaan beliau di salah satu stasiun televisi swasta. Mama dan mbak yen tampaknya sudah terlelap di kamar masing - masing. Ku letakkan tas hitam milikku yang penuh sesak dengan "the stuff". Menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dari penat dan keringat yg membuat risih,, wudlu..dan kembali ke kamar untuk "absen" pada Sang Pencipta, tidak lupa berterima kasih untuk semuanya sampai hari ini.
Alhamdulillah.....segar rasanya setelah shalat isya'. Keluar kamar sebentar untuk menengok kabar black forest di dalam lemari es, masih aman. Kuucapkan selamat tidur pada papa yg masih asik menonton televisi, lalu kembali ke kamar dan mengunci pintu. Sengaja...karena tak ingin ada yg tau kegiatanku di dalam..
Kuraih handphone di atas tempat tidur dan mulai mengutak - atik keypad, mengirim sebuah pesan singkat untuk mas agni, memastikan besok kami bisa berangkat bersama ke rumahmu. 2 menit kemudian dia membalasnya, menginformasikan siapa saja yg akan ikut besok. Soal itu, kuserahkan sepenuhnya pada mas agni, karena dia yg lebih tau dan kenal lebih dulu denganmu. Sesekali ku ungkapkan perasaanku tentangmu padanya. Bagaimana kamu begitu cuek, betapa sulitnya mencari celah di hatimu. Seperti yg sudah - sudah, dia hanya tertawa, memberi masukan dan semangat untukku. Di saat yg sama ketika kami sms-an, aku sibuk merangkai kata penghantar kado - kado untukmu yg kudapat tadi. Selembar...untuk tiap barang...

Terus menulis...dan...tepat jam 12 malam!! ku buka draft pesan di handphone yg sudah kusiapkan sejak sore tadi, directly sent it to you...Happy Birthday....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar