Kamis, 19 November 2009

PART 7 (surprise.....)

10 April '09

Bulan merangkak naik dalam kegelapan malam yg mulai mengabut oleh dingin...kurasakan dadaku mulai sesak oleh dingin dan posisi menulis yg sangat tidak dianjurkan (aku memang terbiasa menulis di lantai dengan posisi tubuh menelungkup). Berdiri sejenak, menemukan bahwa malam ternyata sudah semakin larut mendekati pagi. Tapi toh kesemuanya itu tak cukup membuaiku dalam lelapnya tidur. Aku masih terjaga...entahlah...yang kusadari hanya..... detak jantungku semakin lekat. Sempat juga tertanya dalam hati, "kamu yang ulang tahun kok aku yang nervous ya?hehe..". Aku tersenyum sendiri.

Waktu sudah menunjukkan pukul 01.43, ketika rasa haus merayapi tenggorokan keringku. Membuka kunci pintu sepelan mungkin, berharap tak menimbulkan suara yg memberi tanda pada orang rumah bahwa aku belum tidur selarut itu. Kutemukan papa tertidur, televisi masih menyala. Ku ambil sarung merah muda dalam kamar dan ku tangkupkan pada tubuh ayah yg menua..Yaa Allah...jagalah beliau dalam tidurnya, Amin.... menuju lemari es demi meraih sebotol air dingin, menuangkan, dan mereguknya. Alhamdulillah...betapa sejuknya, walau menyisakan sedikit nyeri di dadaku. Kembali ke kamar untuk melanjutkan pekerjaan besarku.
Sebelumnya... aku mengirim pesan lagi pada mas agni, dan ternyata dia belum juga terlelap. Kuungkapkan betapa aku tak bisa tidur malam ini, dan dia hanya menjawab "begitulah ketika seseorang jatuh cinta"...aku tertawa membaca smsnya dan menanyai hatiku.."benarkah kau t'lah jatuh pada'nya'??"............

Lupakan sementara soal itu... saatnya merapikan kamar yg seperti kapal pecah ini. Kurapikan semuanya hingga yg tersisa hanya "the stuff" yang hampir selesai. Belum juga aku mengantuk walaupun tenaga sudah melemah dan bermandikan keringat dalam ruangan kecil yg gerah ini. Menginjak menit ke 35 dari jam 3 pagi, kamar beres. Jadi kuputuskan mandi sambil menunggu adzan shubuh...

(04.28).....

Seusai shalat shubuh, mataku tertancap pada benda - benda itu...
Kuraih kotak persegi panjang berukuran sedang bermotif hati, meletakkan dompet dengan "catatan" yg kubuat malam tadi terselip di dalamnya..(semoga bermanfaat untukmu, tulisku..)tersisa sedikit ruang, ku isi dengan gulungan sapu tangan abu - abu yg terbungkus "catatan" selanjutnya...(walau tangan lusuh ini tak mampu menyeka peluhmu, semoga sapu tangan ini boleh menggantikannya, harapku..). Dan di atas keduanya, kuletakkan selembar handuk kecil berwarna biru cerah, yg tertutup "catatan"ku yg mungkin akan jadi catatan teraneh yg pernah kamu baca..kuhias dengan bintang - bintang kecil dari kertas berwarna yg ku cicil sejak kemarin. Menutup kotaknya, ku ikat dengan pita, menyimpannya di dalam tas....dan sekali lagi berharap....kamu akan menyukainya... Amin...

(07.15)......

Aku t'lah siap di depan kampus, menunggu mas agni. Kami memang berjanji bertemu disini setengah 8 tepat. Pak edi, penjaga kampus menemaniku menunggu tapi sejenak kemudian pergi bersama seorang temannya. Setengah 8 tepat...tapi mas agni belum juga terlihat, aku masih menunggu dengan sekotak black forest di genggamanku. 15 menit berlalu....aku risau....apakah Allah belum mengijinkanku merayakan ulang tahunmu hari ini?..tanyaku terus dalam hati..
aku mencari warung telepon terdekat untuk menghubungi mas agni karena pulsaku habis. Ternyata motornya mogok sehingga aku masih harus menunggu beberapa menit lagi. Tak apa.....demi hari ini....
Beberapa menit menunggu akhirnya mas agni datang bersama vespa kesayangannya. Alhamdulillah....
Sepanjang perjalanan aku terus membicarakan tentangmu dengannya, dia begitu mengerti bagaimana bersemangatnya sekaligus berdebarnya aku hari ini. Dia mencandaiku agar aku tak terlalu memikirkan reaksimu nanti, and it works!

Hampir jam 9 pagi aku sampai di halaman rumahmu, mas agni memintaku bersembunyi di samping rumah... belum 5 menit...aku melihatmu datang dengan sekarung padi yg kamu angkut dengan motor bebekmu. Sial....aku ketahuan!!
sesegera mungkin kusembunyikan bungkusan plastik besar berisi black forest itu di depan pintu rumah dekat dengan rerimbunan tanaman hias milikmu. Aku berharap kamu belum sempat melihatnya ketika memergokiku tadi. Aku dan mas agni masuk ke dalam rumah, kucoba sekuat tenaga bersikap sewajarnya tapi ternyata mas agni (dan mungkin kamu) justru menilaiku salah tingkah...am I??!@?#

Baiklah....cerita berlanjut ketika aku mulai bingung mencari cara mengambil bungkusan itu dari tempatnya karena takut semut akan merusak semuanya. Mungkin aku harus lebih santai, saran mas agni, ketika kamu masuk ke kamarmu untuk mengambil gitar yg dimintanya. Aku merasa seperti orang aneh yg berlebihan. 3 kali aku memindahkan kue ulang tahun ini agar tak terlihat olehmu, hingga pada akhirnya dengan setengah memaksa,kuminta kamu masuk lagi ke kamar mengambil laptopmu (alasan agar aku punya banyak waktu menyiapkan lilin dan kuenya agar jadi kejutan saat kau kembali).
Ok, done!! dan kamu kembali tepat setelah aku menyalakan lilin dengan angka 21 di atas black forest, it's on the table. Mas agni lagi - lagi hanya tertawa melihat keribetanku. Sebenarnya ingin menunggu sahabatmu yg lain datang, ternyata mereka masih harus menempuh perjalanan yg cukup jauh sehingga tak bisa sampai tepat waktu. Kamu meniup lilinnya dan tersenyum, Subhanallah.....betapa bahagianya melihat garis riang di bibirmu itu. Alhamdulillah....syukurku yg tak terhitung, sekali lagi....
Beberapa menit tepat setelah kamu mengiris kuenya, mas limin dan mas dadang datang, dan kita makan bersama. Senang sekali rasanya...berada disana di hari spesialmu...bersama teman - teman dekatmu yg tak henti membuatku tertawa. But the most important thing is....your smiling face....^_^
Sayang sekali aku harus berhenti menikmatinya karena aku harus bekerja lagi. Huff...kenapa cepat sekali waktu berjalan....sesalku....
Aku pamit....namun masih juga gundah di halaman rumahmu, kado yg kusiapkan semalam belum kuberikan...tapi aku malu memberikannya terang - terangan di depan mereka...mas limin, mas dadang, mas agni...apa yg mereka pikirkan nanti?? Sudahlah....kurasa masih bisa kuberikan besok..
Mas agni mengantarku sampai di depan studio, sebelum masuk ke dalam aku mengeluh padanya. Aku menyesal tak memberikan kotak itu padamu tadi....kekecewaan yg kubuat sendiri...='(
Tapi sekali lagi mas agni memberiku harapan. Sore ini teman sekelas kalian akan menikah, beberapa teman akan berkumpul di kampus dan berangkat bersama ke resepsi itu. Dan akan ada kamu....
Hatikupun membuncah riang, kuucapkan terima kasih padanya dan dia pergi....
Aku mengudara dengan penuh semangat, ingin segera selesai agar aku bisa kembali ke kampus dan bertemu denganmu....songs are pass me by....dan semuanya lagu tentang cinta...tapi ada yg paling membuatku bersemangat, pesan singkat darimu siang itu, sesudah sholat jum'at...yg juga membuatku malu setengah gila,hehe...=">

(12.45) " Ass, gi dimn?? Peh td mkcih very muuaachh yow, surprise bgt he....
Tgl+bulan'e bener tp thun'e slah he....^_^"

hahaha.....tak apalah.....aku hanya bisa memberimu kejutan ini sesuai apa yg aku tau, dan itupun sangat terbatas..=P.

15 minutes later....

Aku melangkah di bawah terik matahari yg memanggang ubun - ubun. Tapi panasnya tak terlalu berarti bagiku karena terkalahkan oleh semangat menemuimu, untuk kado yg belum tersampaikan...Tadinya aku akan menitipkannya pada mas agni untuk diberikan padamu, lalu kupikir bukan saatnya mengandalkan orang lain untuk sesuatu yg bisa dilakukan sendiri. Jadi walaupun siang itu aku harus menunggu hampir 3 jam (karena kamu baru sampai di kampus sekitar pukul 16.30), tak ada keluh kesah. Aku menunggumu dengan sejuta rasa...senang karena surprise pertamaku berhasil, berdebar untuk menghadapimu saat memberi kotak dalam tasku ini nantinya, dan sedih menerima kenyataan bahwa saat ini, aku "hanya" adik bagimu....tapi tak apa...toh seseorang tidak mencintai hanya jika cintanya terbalas...
Kau datang dengan AG 3452 VX milikmu, helm teropong dengan kombinasi warna hitam putih, senada warna sarung tangan berangka 46, lengkap bersama jaket hitam yg kamu pinjamkan padaku 3 hari lalu. Aku tersenyum melihatmu datang, hatiku masih dipenuhi semi bunga di terik siang. Menunggu teman yg lain datang, kita berbincang...dan seperti yg sudah sudah, tak pernah bisa kusembunyikan dengan baik salah tingkahku darimu, entah kamu merasa atau tidak...
Kuberikan kotak kado ini di dalam jok motormu, memaksamu untuk tak melihatnya dulu....Happy Birthday once again my funny boy...menatapmu menjauh dari tempatku berdiri....17.28....dan berharap sekali lagi..semoga kamu menyukainya....Amin....




PART 6 (kok gini??)

9 April '09

Aku masih mengingatnya dengan jelas, betapa syukur dan bahagiaku tertuju pada hari kemarin...tepat sehari kemarin...
Terasa seperti... Allah memberiku kesempatan, kesempatan yg begitu berharga untukku, kesempatan mengetahui hari ulang tahunmu sebelum terlewatkan. Alhamdulillah...
Tapi sampai pagi ini, baru bintang - bintang kecil yg kubuat dari kertas (untuk hiasan) yg sibuk kubuat. Aku bahkan belum tau kado apa yg akan dihias dengan bintang - bintang ini...Aku belum tau apa kesukaanmu.. aku tak tau apa yg kamu butuhkan... yg aku tau hanya... memutar otak, menemukan sesuatu yg bisa kuberikan padamu, yg mungkin kamu akan menyukainya. Ingatanku terlempar pada beberapa hari lalu, ketika sama - sama di kantor jurusan kamu disibukkan dengan pesanan kartu nama oleh 3 dosen kita, Bu Lina, Bu Khoir, dan Bu Diani. Kamu membuka dompetmu, banyak kantong di dalamnya dengan fungsi masing - masing.
Aku terhenyak seketika! tiba - tiba aku tau apa yang harus kuberikan!! semoga tak salah... dan semoga kamu suka, pikirku. Thanks Yaa Allah...You're the Best!!@#$! ^_^
Bergegas membereskan "the stuff" dalam kamar sempitku yg nyaman. Ya..aku memang tak jujur pada orang rumah...aku tak pernah bilang jika aku sedang menyukai seorang kakak tingkat di kampusku...seseorang yg baru ku kenal tanpa tau banyak tentangnya. Bahkan ketika aku membawa pulang sekotak black forest yg baru kubeli untuk kusimpan di lemari pendingin rumah, aku hanya bilang pada mama, "untuk teman sekelas,ma.." (maaf ya pa..,ma....ncis bohong..T_T). Aku mungkin salah, tapi apa boleh buat, aku sudah menghubungi mas agni untuk ikut merayakan ulang tahunmu bersama sahabat - sahabatmu yang lain.. Dia pun setuju dan menunggu kabar selanjutnya dariku. Syukurku yang kesekian...ketika aku menyadari kamu memiliki sahabat - sahabat yg begitu mendukung dan mengerti.
Sore ini, sepulang dari kampus pukul 19.30, I ran my motorcycle quickly, mencapai salah satu pusat perbelanjaan di kota kecil yg damai ini. Aku hanya punya waktu kurang lebih 75 menit untuk mencari barang untuk jadi kado ulang tahunmu. Aku memang sampai pada counter barang dengan cepat, tapi untuk memilih yg sesuai dan mungkin kamu akan menyukainya, ternyata jauh lebih sulit dari yang kubayangkan. Ku acak satu demi satu... kutemukan 2 pilihan! dan semakin bingung juga aku memilih antara keduanya.. melirik sejenak arloji hitam di pergelangan kiriku..Oops..30 menit lagi jam 9! Lama sekali aku menghabiskan waktu di satu tempat ini saja!! Aku pejamkan mataku sejenak, mencoba membentuk garis wajahmu di dalamnya...menarik nafas dalam...(pramuniaga itu pasti menganggap aku gila, hehe..), dan ketika aku membuka mata..kumantapkan hati untuk mengambil barang di tangan kananku..hmm..kutemukan juga,..sebuah dompet berukuran sedang dengan jahitan benang merah membentuk garis - garis tertentu, dan yg paling penting..banyak kantong di dalamnya..(mungkin saja bermanfaat, pikirku). Pramuniaga itu menyerahkan nota dan memintaku mengambil dompetnya di kasir. I did....
Masih 20 menit lagi tersisa...setengah berlari aku menuju counter yg lain di pusat perbelanjaan yg sama... tanpa berlama - lama lagi, ku raih sebuah gulungan sapu tangan abu - abu gelap bergaris dan selembar handuk kecil berwarna biru, ke kasir..dan bergegas ke counter yg lain lagi untuk menemukan kotak tempat barang - barang ini nantinya. Dapat!! lengkap dengan pita penalinya.
Senyum girang mengiringi langkahku menuju tempat parkir... beberapa lampu sudah dimatikan karena memang sudah jam 9 malam kurang 2 menit, aku beruntung karena tak ada yg akan melihat tampang lusuhku yg hitam berkeringat, tak terbayangkan juga kalau kamu melihatnya,hehe... Allah membantuku...membuat semua ini lancar dan tepat pada waktunya..Alhamdulillah...Syukurku yang kesekian....^_^


(21.24).....@home....

setelah memasukkan motor di garasi, aku melangkah cepat ke kamar. Menemukan papa yg masih betah dengan acara debat politik kesukaan beliau di salah satu stasiun televisi swasta. Mama dan mbak yen tampaknya sudah terlelap di kamar masing - masing. Ku letakkan tas hitam milikku yang penuh sesak dengan "the stuff". Menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dari penat dan keringat yg membuat risih,, wudlu..dan kembali ke kamar untuk "absen" pada Sang Pencipta, tidak lupa berterima kasih untuk semuanya sampai hari ini.
Alhamdulillah.....segar rasanya setelah shalat isya'. Keluar kamar sebentar untuk menengok kabar black forest di dalam lemari es, masih aman. Kuucapkan selamat tidur pada papa yg masih asik menonton televisi, lalu kembali ke kamar dan mengunci pintu. Sengaja...karena tak ingin ada yg tau kegiatanku di dalam..
Kuraih handphone di atas tempat tidur dan mulai mengutak - atik keypad, mengirim sebuah pesan singkat untuk mas agni, memastikan besok kami bisa berangkat bersama ke rumahmu. 2 menit kemudian dia membalasnya, menginformasikan siapa saja yg akan ikut besok. Soal itu, kuserahkan sepenuhnya pada mas agni, karena dia yg lebih tau dan kenal lebih dulu denganmu. Sesekali ku ungkapkan perasaanku tentangmu padanya. Bagaimana kamu begitu cuek, betapa sulitnya mencari celah di hatimu. Seperti yg sudah - sudah, dia hanya tertawa, memberi masukan dan semangat untukku. Di saat yg sama ketika kami sms-an, aku sibuk merangkai kata penghantar kado - kado untukmu yg kudapat tadi. Selembar...untuk tiap barang...

Terus menulis...dan...tepat jam 12 malam!! ku buka draft pesan di handphone yg sudah kusiapkan sejak sore tadi, directly sent it to you...Happy Birthday....

Jumat, 13 November 2009

PART 5 (Esoknya..)

8 April '09
Hari yg melelahkan...
Tapi tak apa...bercanda bersama teman nyatanya cukup membantu mengurangi rasanya..
Ya..kami bercanda..sekedar menghibur diri masing-masing atas kehilangan teman kami,Yuyun.
Pagi ini kami memang bersama-sama mengunjungi rumah Yuyun untuk mengucapkan belasungkawa kami pada kedua orang tuanya.
Rumahnya pun cukup jauh dari kampus,,sehingga pulang pergi di bawah terik matahari terasa sedikit menguras tenaga.Untunglah kepala jurusan memberikan dispensasi khusus untuk kelas kami,sehingga keletihan kami tak tertambahkan oleh mata kuliah yg rumit hari itu.Pulang ke rumah masing-masing menjadi kesepakatan bersama..
Aku hanya singgah di rumah sebentar,mandi,makan,,,dan kembali ke pekerjaan di kantor.
Hmmm...
Masih cukup banyak waktuku...sambil menunggu giliran mengudara,,ku otak atik kotak elektronik di hadapanku dan ONLINE friendster..(belom kenal facebook,,hehehe..)
Log In,,dan hal pertama yg kulakukan adalah.."melihatmu"...
walau maya....tapi dari sini pun aku mendapat indahQ yg selanjutnya...ingatan selanjutnya tentangmu,.,,

Minggu, 08 November 2009

PART 4 (bahagia dalam sedih-ku)

7 April '09..
bip..bip..ringtone dari handphone jadul-ku menandai sebuah pesan singkat masuk, dari Riskhy ternyata, sahabat cantik-ku yg berkulit putih bersih, berjilbab, dengan bentuk tubuh idealnya...meminta do'a untuk seorang teman sekelas kami yang pada siang terik itu harus kehilangan kesadarannya lagi, ini kesekian kali, setelah beberapa hari dirawat intensif akibat kecelakaan yg dialaminya bersama seorang teman kami yg lain. I was working...siaran di sebuah radio swasta kediri yg cukup punya nama di kalangan anak muda kota kediri tanpa membalas pesan rishky, kuselesaikan pekerjaanku tepat jam 3 sore. Dengan motor kombinasi hitam-merah milikku, aku meluncur ke rumah sakit yang tidak terlalu jauh dari radio tempatku bekerja dimana Almh.Yuyun Hidayati tergeletak melemah.

Sore itu aku memang sengaja ijin kuliah agar bisa memantau perkembangan Almh.Yuyun sekaligus menemani beberapa sahabat Almarhumah yg juga dekat denganku (selain karena jabatan ketua kelas yg teman2 percayakan padaku).
Aku masuk ke ruang ICU dimana terdapat kumpulan manusia dengan fisik sangat lemah dalam berbagai kondisi berbeda tergeletak tak berdaya. Di ranjang pesakitan paling ujung, mataku menangkap sosok Almh.Yuyun yg kurus kering itu terbaring terpejam,, Astaghfirullah...betapa aku seharusnya bersyukur bahwa Allah belum pernah memberi cobaan seberat itu padaku (semoga takkan pernah,Na'udzubillah..). Mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya aq berdiri di hadapan tubuh terlilit selang infus yg terlihat mengerikan dari jarum suntik tajam menghujam nadi kanan gadis yg ku kenal cerdas dan kritis itu..
"Beri kesembuhan pada Yuyun Yaa Allah..Amin..", hanya kalimat itu yg terbersit ketika jari jemariku kulekatkan di tangan lemahnya, selain sholawat tak henti, berharap itu cukup menguatkan yuyun temanku...Dan bukan hanya aku...karena di luar ruang pengap ini keluarga dan para sahabatnya juga tak putus mengucap harap yg sama..
Dan lurus dibalik tembok tempat yuyun terbaring, ketika aku keluar ruang ICU, ada sulis yg terduduk di lantai dingin rumah sakit..dia memang paling terpukul...kedekatan dengan Yuyun selayaknya keluarga, membuat sulis, wanita beranak satu ini, tak henti meneteskan air matanya dengan ribuan do'a demi kesembuhan adiknya itu..
ada winda....ada rishky....ada aku....bersamaan kami merengkuh dan menguatkan sulis, yg kesehariannya selalu memancing tawa kami sekelas dengan celetukan lucunya..

Ketika merdu seruan adzan memenuhi langit sore kota kecil ini, kucoba kuatkan hatiku dan menuntun sahabat2ku itu berdiri..untuk sejenak menghadap kehadiratMu wahai Sang pemilik hidup..mengharap satu keajaiban terjadi atas sahabat kami Yuyun di dalam ruang pengap itu...

Mencari rumahMu di utara Rumah Sakit besar yg separuhnya masih dibangun,,tak kami temukan...meneruskan langkah menuju Perguruan Tinggi Islam tepat di sebelah onggokan rumah Tuhan kami yg tlah rata tanah. Alhamdulillah...2 ukhti yg baik hati (Semoga Allah menempatkan kalian di tempat terindah,Amin..) mempersilahkan kami memasuki pondok kecil mereka, sekedar meminjam kain putih kebanggaan kami para muslimah,,sayangnya hari itu hanya sulis yg tidak kedatangan "tamu" bulanan,sehingga hanya dia yg mampu dengan suci menghadapMu (betapa menyesalnya aq hari itu Yaa Allah).
Aku, winda dan rishky menanti setia di depan pintu pondok dengan tanpa henti mengiringi do'a sulis di dalam..Namun betapa kami terhenyak,,saat winda menerima pesan singkat dr kakak perempuan yuyun yg masih di Rumah Sakit...Innalillahi wa inna ilaihi roji'un....Engkau telah mengambil lagi milik-Mu Ya Allah...teman kami,sahabat kami...tangis kami memecah...air mata membuncah...tapi tak bisa tetap berdiri meratap...winda dan rishky bergegas kembali ke kampus, memberi kabar pada teman-teman lain, sedangkan aku...aku tetap memaku di depan pintu...menyeka tetesan air mata yg masih jatuh satu - satu..menunggu seorang sahabat yg masih terpekur memanjatkan do'a untuk Yuyun, tanpa tau bahwa Allah sudah memutuskan jalan terbaik untuk Yuyun...aku harus siap, harus bisa menguatkan sulis juga..itu saja yg terfikir..

Kupijak karpet usang di balik pintu itu..kutemukan sulis melipat bagian bawah mukena yg dipakainya dengan wajah yg mulai menenang...betapa aku tak kuasa,hingga aku memeluknya dan berbisik.."Mbak..sabar ya...Yuyun meninggal..",,dengan isak tangis kecilku...Astaghfirullah...sebuah reaksi yg tak kuperhitungkan sebelumnya dari seorang Sulis!!tubuhnya memberat dan mulai lemas dalam dekapanku, diiringi teriakan histeris yg menusuk gendang telingaku, sampai akhirnya pingsan di pangkuanku,,aku terduduk, aku panik, tapi aku sendirian! 2 ukhti yg hingga kini belum ku tahu namanya itu, menghampiri dan membantuku menyadarkan Sulis dengan sebotol minyak kayu putih..BERHASIL!! Alhamdulillah...gumamku saat itu..tapi bercampur tangis tak tertahan beberapa detik kemudian..bagaimana tidak, sulis seperti kehilangan akal, terus berteriak, menangis, memanggil nama yuyun agar mengajaknya pergi bersama, lalu pingsan lagi sedetik kemudian,,begitu terus hingga 4x terulang..

Kusadari bahwa tak seharusnya aku tetap berdiam diri, tapi otakku pun tegang, tak tau apa yg mesti aku lakukan sendirian di tempat terasing itu. Di saat seperti itu, saat roda fikirku terhambat kepanikan, tanganku meraih handphone di tas dan tergerak begitu saja menekan tombol huruf M, lalu call...ada namamu disana..MFB ^_^...nama yg kubuat sendiri dengan kekagumanku...karena memang hanya nama dan wajahmu yg terbersit di gelisahku sore itu..Allahu Akbar!!

Aku mengadu..memintamu datang membantuku walau sebenarnya ini sama sekali tak berhubungan denganmu,,tapi entah..aku hanya merasa..aku percaya kamu...kamu pun memintaku menunggu. Kututup telponku dan bergegas kembali ke pondok untuk melihat keadaan Sulis. Dia lemah...matanya membengkak karena terlalu banyak menangisi kepergian Yuyun.

Bip...bip....handphone ku berbunyi lagi,,1 pesan dari mas agny...menanyakan keberadaanku,,aq berlari ke luar pondok untuk mencari sosokmu..tapi hanya kutemukan mas agny di seberang jalanan bandar yg padat. Sedikit kecewa,,tapi hilang..ketika mas agny bilang kamu ada di dalam Rumah Sakit..kuminta mas agny masuk menemanimu, sementara aku akan menjemput kembali Sulis dari pondok. Sulis pun telah benar-benar sadar dari pingsannya..dia meraih tanganku dan memohon untuk mengajaknya kembali karena dia ingin menemui Yuyun, kuturuti...
Pelan tapi pasti, ku papah dia dengan sisa tenaga yg mulai menipis,,pundakku nyeri sekali,,tapi apalah arti nyeri itu dibanding kehilangan yg kami rasakan, Sulis terutama..dia begitu menyayangi Yuyun..

Sesampainya di Rumah Sakit, kulihat sosokmu di depanku..tepat di lobi Rumah Sakit,,Subhanallah....betapa letihku memulih...pesonamu saat terdiam seperti itu menjebak alam sadarku...sayangnya aku tak mampu menikmatinya lebih lama karena ini bukan saat yg tepat, gumamku dalam hati. Kau menghampiri dan membantu kami duduk di deretan kursi ruang tunggu. Aku masih saja gundah, untuk 2 hal..pertama, mengapa teman-teman tak juga datang sedangkan Sulis semakin sulit dikendalikan..dia seperti kurang waras..sejenak aku takut...dia tertawa, marah, memaksa, menangis, berteriak, hingga semua mata tertuju pada kami..haru-ku mendesak air mata ini keluar...kamu pun mencoba menenangkanku..selain membantu menahan agar Sulis tak sampai di ruang ICU..kita memang harus mencegah dia sampai dia tenang. Entah apa yg kamu fikirkan tentangku,,aku hanya merasa kehilangan kepercayaan diri saat harus dekat denganmu dalam keadaan seperti itu..sekaan air mata, penat, peluh, dan ketegangan kurasakan memenuhi wajahku hingga tak terlihat segar sama sekali,aah..malunya...tak cukup berani membiarkanmu melihatnya lebih lama...kegundahanku yg kedua...........tapi sudahlah..toh pada saat itu yg terfikir hanya bagaimana aku mengatasi semua sebagai bentuk kesetiakawanan dan tanggung jawab seorang ketua kelas dan seorang muslimah...kamu ada disana saja sudah menjadi sebagian besar rasa syukur-ku hari itu..

Petang mulai menyelimuti, teman-teman datang dan menggantikanku menjaga Sulis yg tak kunjung tersadar dari tingkah semrawutnya. Bersama-sama kami menuju kamar mayat...hampir semua teman wanitaku terisak...siapa sangka Yuyun yg masih tertawa dan belajar bersama seminggu lalu, kini terbujur kaku dalam balutan kain batik menutup seluruh tubuh kecilnya...Wallahu'alam..

Kucoba melepas lelahku sejenak..saat tanpa sadar kepala ini terebah di bahu kurusmu..nyaman....tapi tak lama..karena kau memilih berdiri...saat itu aku berfikir betapa tak tau malunya aku,,mungkin kamu pun berfikir sama..(maafkan untuk kelancangan itu..)

Huufftt...mulai beranjak malam,,kuajak teman-teman kembali ke lobi agar keluarga Almarhumah tidak terganggu untuk mempersiapkan pemakamannya.
Di lobi Sulis pingsan lagi...entah karena lelah atau bingung, hampir tak ada satu teman lelaki pun yg dengan sigap membantu. Aku bergerak, mencoba mengkoordinir teman yg lain untuk membantu..sedikit emosi sebenarnya,,tapi kurasa tak perlu,,karena lagi-lagi..bukan saat yang tepat. sedang sibuk-sibuknya menyadarkan Sulis, mataku menangkap langkahmu keluar pintu Rumah Sakit...hhmm..kau pasti sudah lelah dan memilih pulang terlebih dahulu..ingin mengejarmu keluar dan mengucap terima kasih sedalamnya sebelum sosokmu hilang. Tapi ya sudahlah, aku rasa keesokan harinya pun takkan ada kata terlambat untuk berterima kasih, tekadku..lagipula aku masih harus menunggu sampai ayah Sulis datang dan membawanya pulang, teman-teman pulang, baru aku jg ikut pulang. Tak tega rasanya melihat wajah-wajah letih para sahabatku itu..
4 menit kemudian ternyata kau kembali dengan sebotol aqua sedang dan 2 kemasan gelasnya..kecewaku terbungkus kekaguman bahwa kamu,,sosok yg menggetarkanku,,begitu tanggap dan peduli keadaan orang lain yg bahkan bukan temanmu...Subhanallah..semakin melambung karena minuman itu ternyata tak hanya untuk Sulis, tapi jg aku...Walhamdulillah Yaa Rabbi...kamu memintaku meminumnya agar letihku berkurang, senangnya....terima kasih...(walaupun hadirmu saja sebenarnya sudah sangat mengurangi letihku hari itu..^_^)

Sempat terjadi sedikit perdebatan, siapa yg akan mengantar Sulis pulang dengan keadaan lemas seperti itu??Ayahnya tak mungkin sendirian dan memegangi sulis dari depan, karena jarak rumah mereka cukup jauh. Saling melempar....tapi aku mulai benar-benar penat hingga kuputuskan untuk ikut mengantar, untungnya aku membawa motor sendiri, jadi tak perlu merepotkan orang lain lagi mengantarku pulang. Dengan sedikit ketidaknyamanan (karena aku memakai rok saat mengendara motor), aku mengikuti Sulis, ayahnya, dan Burhan, temanku yg akhirnya bersedia turut mengantar,,dari belakang. Aku semakin nyaman ketika tau kamu mengajakku ngobrol sembari naik motor kita masing-masing, kamu bilang sekalian pulang.

Motor kita berhenti di sebuah pelataran yg cukup luas tepat di pinggir jalan. Sebuah rumah sederhana menyambutku tenggelam di dalamnya. Sulis dengan lemas masih memanggil nama Yuyun tanpa henti. Ayah, ibu, dan suaminya berusaha menenangkan Sulis dan membujuknya tidur. Aku dan burhan pamit karena sudah cukup larut, Burhan masih harus menunggu bus di depan kampus nanti, sedangkan perjalananku juga cukup panjang untuk sampai di rumah.

Sedikit terperanjat saat menemukanmu masih tak bergeming dr atas motormu..(hhaahh..rindunya aku pada motor ber-plat nomor AG 3452 VX itu).
Tanpa ragu aku pamit dan berterima kasih dengan sedikit basa basi yg pasti terdengar "GAK BANGET" di telingamu.
Kamu mengusap kepalaku, kemudian berkata.."bawa jaket??", "gak", jawabku. Kamu menawarkan jaketmu dengan sopan, saat kutanya will u be alright without the jacket, U said that your house was just about 100 metres from Sulis' house. Detik seakan berhenti malam itu...saat kau lepas jaket hitam itu dan memberikannya padaku...Yaa Allah...mimpi apa aku semalam??*____*
Kamu masih terlihat tampan dalam balutan kemeja putih lengan pendek bermotif daun-daun bambu kecil berwarna hijau. Kucium tanganmu (sangat terbiasa dengan itu) kemudian naik ke jok belakang karena kali ini Burhan supirnya,,hehe...
melihatmu yg semakin jauh hingga hilang dari pandanganku malam itu, benar-benar membuat rongga dadaku penuh dengan udara sesegar embun. Semakin penuh di tengah perjalanan pulang itu,,yg kemudian kutuliskan dalam sebuah diary hidupku...

Ya...7 April '09....jam 8 kurang 4 menit....saat kuterima pesan singkatmu,.
"Nek plang ati2 gak sh ngebut, nek pke jket yg bener yo ndok"...
Subhanallah....dan sesampai di rumah....setelah membersihkan diri, ku rebahkan tubuhku, tersenyum mengingatmu, dan tertidur pulas....dengan aroma terharum yg pernah kucium...karena jaket hitam itu, tertelungkup menyelimuti wajah payahku...

Alhamdulillah Yaa Allah....untuk kesedihan yg Engkau ganti bahagia hari ini...
Alhamdulillah..*_______*

PART 3 (Patah bukan berarti menyerah)

"dalam do'a berharap semoga waktu mampu merubah, suatu saat nanti kau inginkan ku..namun ku tau ku tak mungkin memilikimu walau ku berharap..dan ku tau kau tak ingin memilikiku walau aku ada.."

penggalan lirik lagu `dan ku tau` milik group band keyla, yg mendadak jadi lagu favorit yg ku gumamkan setiap harinya kemanapun kaki melangkah..
aq patah hati..tapi tak benar-benar patah (lebih tepatnya belum)...karena ternyata setelah itu aku masih bisa memandangmu dengan senyum,,aku masih memiliki cukup tenaga mendekati sosokmu sekalipun kadang melemas,,dan urat malu-ku belum juga tersambung untuk berhenti mencari perhatianmu..Ya..aku hanya merasa kata-katamu itu tak cukup mematikan semangatku untuk menunjukkan padamu apa isi hati dan kepalaku walau mereka sukses membanjiri bulatan mata cekungku..

waktu berjalan lagi..pelan tapi pasti...aku mulai belajar mengenalmu lebih..(sebagai adikmu, begitu kau bilang),,aku jadi rajin sekali "mampir" di kelasmu (yg sebenarnya cukup terlihat memaksa) dengan alasan yg sengaja kubuat agar bisa melihat mata teduh, senyum aneh, dan tawa renyahmu itu..entahlah...aku selalu merindukan semua itu..bahkan detik ini..aku hanya tau,,aku juga selalu bisa tersenyum karenanya..

kau kenalkan aku dengan teman2 dekatmu,,si gendut yg kukira sombong ternyata lucu (mas limin namanya^_^),,si gondrong yg sederhana tapi sangat membuatku kagum mengetahui bagaimana bijaknya dia (mas agny,thanks a lot^_^),,si kacamata yg menyenangkan dan pecinta kerispatih (mas diiiimmmaaaass!!^_^),,mereka begitu membuatku nyaman layaknya teman yg lama sekali tak bertemu..kita semua melarut dalam canda yg tak tersangkakan olehku..

Pada akhirnya aku lebih sering datang menemui teman2mu itu,,mas agny terutama..walaupun semua yg kubincangkan dengannya hanya seputar kamu,kamu, dan kamu..meski ketika ragaku mencarinya tapi mata dan hatiku hanya tertuju padamu..ya..hanya kamu..(mas agny,,maaf yaks sempet memanfaatkanmu,,tp gak niat gitu sepenuhnya kok!!yakinlah sumpah!!=P)
dari hari ke hari aku semakin mengagumi sosokmu,,seluruh indah yg terdapat di dalamnya...teman dan kehidupanmu pun terasa lekat di hariku,,hingga suatu hari...pertama dari ingatan ter-awal-ku tentangmu yg buaikan aku..

PART 2 (Patah hatiku yg pertama)

rasa syukurku berlanjut...

sejak hari itu, sejak pertama kali aku terpaku oleh mata itu..hatiku berwarna..
hariku terpenuhi dengan senyuman ceria dan semangat untuk selalu ada dekatmu..
urat maluku serasa terputus, digunting oleh jahilku demi meraih perhatianmu..betapa selama seminggu penuh tak lepas bayangmu dari ruang fikirku..
Yaa Allah...apa ini..??

harapku pun membuncah,,ketika aku mendapat nomor handphonemu yg kudapat dr seorang kawan tanpa dy tau,(maaf y mbak widi..dulu itu minta pulsa buat ngirim no"nya" ke hapeQ,=P)
mulailah aku tunjukkan perhatianku,berharap kau tau sesuatu dr situ,,
Aku...
memang cewek yg tak bsa terlalu lama memendam rasa..jadi setelah hari2 pendekatanku..kuputuskan...
10 hari kemudian..24 maret '09...I sent U a message.....
"may I become the part of your life..?"..begitu kucoba mencari jawaban atas perasaanku yg bergelut bbrapa hari itu..
lalu...kudapat jawabannya tepat di menit ke 18 jam 8 malam itu...

"Kok gak d blz?? Mrh zow? Sblm'e q mo bilang, kl u pgn yg lbh dr skrng, I'm sorry, I can't, cz q lbh nyaman dg angp u sbgi ade'q,,drpd ".....", cz jujur y q blm pgen bwt suatu komitmen berpacaran ma cpapun,,mga u bs ngrti, jd y biasa ae, kl u minta hub.ni smkin dket, it's OK!! But hny sbts adek-kakak, mga u gak slh pham,,ok ncis??cz I believe u."

Buliran air berlarian keluar dari bulat coklat mata ini...membasahi kotak elektronik di genggaman tanganku yg melemah seketika..aku bahkan tak mengerti mengapa tubuhku bergetaran menyikapi deretan huruf darimu itu..patah hatikah aku??Mungkin....



Everything's started here...

Melihat sosoknya pertama kali...ketika mata beradu dan terdesir angin sejuk di paruh hatiku...
Unbelievable...but it was....

14 Maret '09 - Ruang A2 UNP kediri - 11.13 - Technical Meeting Debate competition...

1st time I saw him...and suddenly fallen in luv with him..^_^

Seseorang yg mampu memutuskan urat malu-ku demi mendapat perhatiannya,
Seseorang yg dengan senyumnya mampu mewarna jiwaku..
Seseorang yg.....entahlah....sulit kuungkapkan dengan kata...yg aku tau hanya...He's such a most beautiful thing I've ever had..^_^